RSS

MERAH


Shalom saya meng copy artikel ini dari catatan bpk Tanadi Santoso semoga bermamfaat bagi kita semua!

Mary dilahirkan “acromat”, tidak mengenal warna. Untuk Mary, hidup ini seperti filem hitam putih. Sejak kecil dia sudah tidak tau bedanya warna, semuanya mempunyai warna yang sama; hitam, putih, dan gradasi abu2.

Mary terobsesi dengan warna “merah”, sebagai scientist dia mengerti dengan jelas segala ilmu warna, terutama tentang merah. Risetnya tentang merah sangatlah mendalam, kenapa tomat berwarna merah, kenapa infrared tidak dapat dilihat mata telanjang, dan mengapa merah dipakai sebagai warna lipstik.

Lima belas tahun Mary riset tentang warna “merah”, dan mungkin dia lah orang paling mengerti tentang “merah” didunia ini. Tetapi, dia belum pernah melihatnya.

Teknologi baru tentang neurosurgery memungkinkan penyembuhan penyakit matanya, sebuah terobosan yang pertama dalam dunia kedokteran. Mary adalah pasien pertama dalam penyembuhan ini. Dan sebentar lagi, bila perban matanya dibuka, maka Mary akan melihat dunia ini dengan “ sejuta warna”, tapi yang paling ingin dilihatnya adalah warna “merah”. Sebenarnya seperti apa “merah” itu?

Banyak hal dalam kehidupan, tidak perduli berapa banyak pengetahuan yang kita miliki, tanpa mengalaminya, kita tidak akan bisa benar2 “tahu”. Orang tuli tidak akan mengerti “music”, bagaimanapun hal itu diterangkan. Robot tidak mengerti arti “cinta” berapa terabyte pun program dan kapasitas memory di otaknya.

Apakah kita benar2 mengerti “penderitaan” orang lain? Apakah kita tahu tentang “damai” yang dirasakan petapa di puncak Himalaya? Apakah kita paham tentang “cinta sejati”? Banyak hal yang hanya bisa dirasakan dan tidak bisa dijabarkan, betapapun panjangnya penjabaran tersebut.

Ketika kita mengatakan, saya mengerti tentang apa yang dirasakannya. Apakah benar? Karena penjabaran tidak bisa menembus rasa yang sebenarnya. Seperti juga Mary, yang tidak akan tahu “merah” itu seperti apa, kitapun tidak akan tahu sebenarnya bagaimana “sesuatu” yang dirasakan oleh orang lain itu.

*) Pemikiran ini disadur dari “What Mary Didn’t Know” (Franck Jackson) dalam kumpulan tulisan “The Nature Of Mind”.

*Tanadi Santoso, 11 Jan 2013

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: