RSS

Growth Mindset

27 Jun

Growth Mindset:

Ketika kecil, guru Einstein mengatakan bahwa kemampuan akademisnya dibawah normal. Leo Tolstoy dianggap tidak mau dan tidak mampu belajar, bahkan kemudian drop out dari universitas. Beethoven dianggap gurunya tidak akan bisa menjadi composer. Walt Disney dianggap kekurangan imaginasi. Charles Jordan dituduh tidak punya talenta. Churchill tidak naik kelas, dan mempunyai ranking terendah. Lalu bagaimana mereka bisa menjadi hebat?

Carol Dweck menghasilkan riset menarik tentang Growth Mindset, orang2 yang menjadi berkembang hebat dalam kehidupannya karena memiliki pola pikir yang berkembang. Group lain, Fixed Mindset adalah orang2 yang berhenti berkembang karena menganggap semuanya sudah terbentuk dari lahir dan tidak bisa diubah lagi. Ada 4 hal yang dapat dipakai ukuran.

Goals, Tujuan hidup: Orang Fixed Mindset menganggap “Performance” adalah segalanya. Pengukuran akan potensi, dan anggapan bahwa kegagalan terjadi karena kurang pandai. Orang Growth Mindset menganggap “Pembelajaran” yang terpenting. Kemampuan adalah perjalanan. Kegagalan bukan segalanya, hanya berarti bahwa sekarang kita belum mampu mencapainya.

Response, Bagaimana kita bereaksi: Pada Fixed Mindset kegagalan menciptakan rasa rendah diri, pesimisme, dan hal ini dianggap permanen. Pada Growth Mindset kegagalan dapat diatasi dengan cara kerja baru yang beda. Setiap bekerja lebih keras akan lebih mampu sukses, dan kegagalan hanya karena “saat ini” kita belum cukup mampu dan akan bisa lain kali, dengan belajar lagi.

Effort, Upaya: Fixed Mindset menganggap effort tidak penting, yang perlu adalah IQ, sebaliknya Orang Growth Mindset menganggap upaya adalah segalanya dalam kesuksesan. Ketika ditanya bahwa Intelegensia itu terdiri dari berapa bagian Upaya, dan berapa bagian Talenta? Orang Fixed Mind Set bilang 65% Talenta dan 35% Upaya, yang terbalik dengan orang Growth Mindset, bilang 65% Upaya, dan 35% Talenta.

Strategies, Pola kerja: Orang Fixed Mindset kalau menghadapi kesulitan mulai melepaskan diri, tidak meu terlibat lagi, menghindar dari pekerjaan itu dan bahkan menyerah. Sebaliknya orang2 Growth Mindset malah lebih tertantang dan semakin kerja keras mencari solusinya. Semakin dalam terlibat dan semakin masuk bekerja lebih keras.

Anda kenal sahabat yang dulu dikampus jagoan sekolah, sekarang jadi orang gagal, dan sebaliknya yang dulu IQ biasa2 saja, sekarang berkembang dengan hebat. Karena pemikiran Growth Mindset selalu berkembang seperti tunas yang tumbuh dan menjadi pohon besar.

Setiap orang bisa saja dalam hal tertentu memiliki Fixed Mindset, dalam hal lain memiliki Growth Mindset. Growth Mindset selalu dapat dibentuk dan diarahkan pada setiap orang yang mau berubah. Kuncinya pada bagaimana kita menangani keempat hal diatas dalam kehidupan kita. Bagaimana sudut pandang dan cara kerja kita sehari hari dalam keempat hal itu.

Ketika kita memuji anak buah atau anak kita, upayakan selalu memuji tentang Effort dan bukan tentang IQ. Selalu memuji upaya yang bisa diperbaiki dan bukan hal2 yang tidak dapat dirubah seperti: kecantikan, kepandaian, bakat, ataupun IQ. Fokus harus selalu pada upaya dan bukan pada IQ. Fokus pada proses dan bukan hanya pada hasil saja.
sumber ..Tanadi santoso

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Juni 2013 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: