RSS

PRACTISE MAKE PERFECT!

06 Nov

PRACTISE MAKE PERFECT!

Di tiongkok pada jaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya.  Suatu hari sang panglima memperlihatkan keahlian memanah kepada rakyat.  Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta seratus buah anak panah.  Setelah semuanya siap, sang panglima memasuki lapangan yang penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.  Kemudian sang panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran.  Sungguh luar biasa, seratus kali anak panah dilepas, seratus anak panah tepat pada sasaran.  Lalu panglima berkata, “Rakyat ku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanhku tidak ada tandingannya!”.

 

Namun tiba-tiba seorang penjual minyak menyeletuk, “panglima memang hebat, tetapi itu hanyalah keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih!”  Sambil beranjak dari tempatnya, penjual minyak itu mengambil sebuah koin tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya, dan koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong.  Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak,  dan kemudian menuangkan dari atas melalui lobang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh.  Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak mengenai permukaan koin tersebut.  Panglima dan rakyat tercengang,  Mereka bersorak-sorai menyaksikan demontrasi keahlian si penjual minyak itu.  Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaksananya  “Itu hanya keahlian yang didapt dari kebiasaan yang terlatih.  Karena kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian!”

 

Dari cerita di atas kita dapat mengambil satu hikmah, “betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan!” Mungkin kita sudah pernah mendengar tentang “Habbit is power”.  Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah. Dan apa saja yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.  Demikian pula untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan. Kita membutuhkan karakter sukses, dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, disiplin, integritas, dan tanggung jawab.

Reinhald Kasali menulis buku “change” yang intinya tentang perubahan akan terjadi bila seseorang mengubah cara berpikirnya.  Tetapi, Reinhard merasa kecewa karena ternyata tidak banyak terjadi perubahan perilaku atau kinerja dari orang-orang yang mengikuti seminarnya.  Dalam pencariannya akan penyebab dari masalah ini, ia menemukan keyakinan baru bahwa perubahan cara berpikir (brain memory) memang bisa mendatangkan perubahan.  Namun, perubahan yang kekal dan berfondasi kuat harus dibangun di atas Muscle Memory  yaitu fondasi “intangibles”  (yang tak nampak) yang terjadi karena praktek tindakan berulang-ulang sampai terbentuk kebiasaan (behavior genetic).

 

Reinhard berkata, “perubahan yang pasif dan tidak cakap menjadi seorang yang aktif, trampil dan tangkas tidak akan pernah terjadi hanya karena seseorang mengikuti seminar saja.  Tetapi karena tindakan yang diulang sampai menjadi kebiasaan,  Yaitu sesorang melakukan tanpa dipikir dan sudah menjadi kebiasaan”

Pertanyaannya adalah bagaimana kebiasaan menjadi tangkas itu bisa tercapai?   Caranya adalah bila kita kita terus DIPAKSA, didisplin, dilatih untuk terus-menerus melakukan.  Pada awalnya memang akan membuat kita TERPAKSA melakukan,  tetapi bila diteruskan kita akan BISA melakukan dan berkembang menjadi BIASA melakukan tanpa sama sekali merasa TERPAKSA  melakukan, tetapi bila diteruskan kita akan BISA melakukan dan berkembang menjadi BIASA melakukan tanpa sama sekali merasa terpaksa dan akhirnya menjadi KEBIASAAN.

1 Tawarikh 25:7 mengatakan “Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN–mereka sekalian adalah ahli seni ada dua ratus delapan puluh delapan orang.”

 

Ayat bacaan ini menunjukkan bahwa para penyanyi yang bertugas untuk melayani Tuhan senantiasa dilatih untuk meningkatkan skill  mereka.  seorang yang ahli, tangkas dan cekatan bbukan saja karena mereka memiliki talenta tetapi juga karena mereka mengasah dan mengembangkan talentanya.  Misal kita melihat seorang yang ahli bermain musik, kita sering berpikir bahwa keahlian itu di dapat dari talentanya.  Mungkin ini benar, namun dibalik itu semua kita sering mengabaikan bagaimana mereka berlatih dan dilatih untuk terus menerus bahkan sejak usia dini.   Jadi kalau kita ingin menjadi seorang yang ahli dan tangkas di dalam bidang kita, kita tidak bisa hanya mengubah cara berpikir kita.  Tetapi kita perlu berlatih terus sampai itu menjadi keahlian kita

Ingatlah “PRACTICE MAKE PERFECT”.  latihan akan membuat kita menjadi hebat.   Walau kita saat ini berada dalam kesulitan ingatlah bahwa semua itu sebagai latihan dari Tuhan agar semua kita menjadi hebat dibuatNYa.   Selamat malam!   Tuhan memberkati

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 November 2012 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: