RSS

Nenek sihir

06 Nov

NENEK SIHIR

Kalah perang, seorang pangeran diberi kesempatan

setahun oleh musuhnya untuk mencari jawaban atas

pertanyaan: “Apa yang diinginkan perempuan?”

Kalau dalam setahun tidak dapat menjawab pertanyaan

tersebut, sang pangeran akan digantung.

Bertanya kesana-kemari, tak ada satupun jawaban yang

memuaskan. Akhirnya ketika satu tahun hampir lewat, seseorang

memberinya saran untuk bertanya kepada seorang nenek sihir.

Ketika pangeran menemukan si nenek sihir dan menanyakan

pertanyaan tersebut, si nenek sihir mengatakan bahwa ia hanya

akan menjawab jika sahabat pangeran yang bernama Peter mau

mengawininya.

Pangeran tentu saja tidak tega untuk menikahkan sahabatnya

dengan nenek sihir yang selain jelek juga bau. Akan tetapi Peter

yang merasa banyak berhutang budi dan ingin menunjukkan

baktinya, mengatakan bahwa ia sanggup mengawini nenek sihir

tersebut.

Jawaban nenek sihir: Apa yang benar-benar diinginkan

perempuan adalah diberi kebebasan mengatur hidupnya

sendiri.

Jawaban tersebut diterima dan pangeran terbebas dari tiang

gantungan.

Sementara itu Peter dengan berdebar-debar agak takut

memasuki kamar pengantinnya. Ia sangat terperanjat ketika di

atas ranjang terbaring seorang perempuan yang cantik jelita

dan seksi.

“Kamu siapa..?” tanya Peter tak mengerti.

“Karena kamu sangat baik terhadapku, setengah hari aku akan

menjadi nenek sihir dan setengah harinya lagi aku akan

menjelma menjadi putri yang paling cantik. Sekarang, terserah

kamu, mau pilih mana, apakah siang sebagai nenek sihir dan

malam jadi putri atau sebaliknya,” kata perempuan tersebut.

Peter pun bingung. Di satu sisi, ia ingin menunjukkan kepada

semua orang betapa cantiknya istrinya, tapi ia juga takut nanti

ada yang ingin merebutnya. Kalau istrinya menjelma jadi putri

cantik di malam hari, hanya ia yang akan ‘menikmatinya’.

Akhirnya Peter menyerahkan keputusan tersebut kepada sang

putri.

Kalau begitu aku akan menjelma jadi putri cantik sepanjang

waktu, karena kamu telah memberiku apa yang diinginkan

perempuan, yaitu kebebasan untuk mengatur hidupku sendiri,”

kata sang putri.

Yang diperlukan oleh seorang perempuan adalah kebebasan

untuk mengungkapkan siapakah dirinya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 November 2012 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: