RSS

RASA SYUKUR

12 Agu

Aku bangun pagi ini dan tahu hari ini,
Matahari takkan bersinar dan awan pun kelabu.

Ketika aku melangkah keluar, air hujan menetes di kepalaku.
Mobilku tidak dapat dinyalakan sehingga aku harus berjalan ke kantor.

Aku lupa semua tugasku, aku tidak menyelesaikan semua pekerjaanku.
Aku menundukkan kepala dalam keputusasaan dan meminta Tuhan satu pertanyaan
“Tuhan, mengapa semua ini tidak seperti rencanaku?”

Ia menjawab lembut, “AnakKu ini semua karena kau tidak bersyukur padaKu kemarin.
Aku membangunkanmu dan membuatmu dapat melihat matahari.

Aku memberikankanmu tempat tinggal, melindungi keluargamu dan bahkan 
memberimu teman baru.

Aku memberkatimu lebih dari sebelumnya.
Tapi kau terlalu sibuk untuk berterima kasih padaKu.
Kau tidak merasa sakit sebab Aku memelihara kesehatanmu.

Kau memiliki uang karena Aku memelihara kekayaanmu.
Kau pun memiliki alas kaki dan pakaian.
Kau memiliki makanan untuk dimakan, dan apa yang telah kaulakukan?

Kau mengabaikanKu dan sibuk dengan pekerjaanmu.
Tetapi ketika kau menginginkan sesuatu kau tidak pernah ragu untuk meminta
Aku ada di sana saat kau membutuhkanKu, dan itu belum lama berlalu.

Tetapi ketika keadaan sesuai dengan jalanmu, itu adalah Aku, kau tidak tahu
Seakan belum cukup, Aku menyediakan kemewahan yang kau suka.

Ini adalah sesuatu yang tidak perlu Kulakukan – mereka bahkan tidak penting.
Dan ketika saatnya bagimu untuk berlutut dan menunjukkan rasa syukurmu.
Kau memutuskan bahwa setelah hari-hari yang begitu melelahkan, kamu tidak bersemangat.
Sehingga Aku memutuskan untuk memberimu sedikit ujian.

Untuk menunjukkan kepadamu bagaimana rasanya jika berkat dihentikan.”
Aku mulai menyadari apa yang Tuhan katakan.
Dan ketika aku tiba di rumah, aku berlutut dan mulai berdoa.

Ia berkata, “AnakKu, kau telah belajar dan kau tahu Aku memaafkanmu.
Tetapi ingatlah untuk mengingat hari ini sepanjang hidupmu.

Aku suka memenuhi hidupmu dengan suka cita, dan penderitaanmu kuringankan.
Tetapi rasa syukur yang sederhana sudah menunjukkan bagaimana kau menghargainya.” (Anonim)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Agustus 2012 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: