RSS

Kisah Pohon ApeL

01 Agu

Teruntuk Ibu dan Bapa, ananda bersyukur menjadi seperti sekarang ^_^

“Alkisah hiduplah sebatang pohon apel. Seorang anak laki-laki gemar datang dan bermain di sekitarnya, setiap hari…Ia gemar memanjati sampai puncaknya, menikmati kelezatan buahnya, rehat di balik bayangannya. Ia mencintai pohon Apel itu dan sang pohon pun senang bermain dengannya. 
Waktu berlalu…Dan bocah itu kini telah dewasa da

n tak lagi bermain di sekitar pohon itu lagi bermain di sekitar pohon itu lagi.
Pada suatu hari, si bocah tampak kembali kepada sang pohon, dan ia kelihatan sedih. “Saya bukan anak-anak lagi, saya tidak lagi bermain di sekeliling pohon,Saya ingin mainan, Saya butuh uang untuk membelinya.
” ‘MAAF, TAPI AKU TAK MEMILIKINYA, TAPI KAMU DAPAT MEMETIK SEMUA APEL ITU DAN MENJUALNYA.MAKA, KAU AKAN MENDAPATKAN UANG.” 
Anak itu begitu senangnya. Ia petik semua apel dari pohon itu dan meninggalkannya dengan suka cita, Anak itu tak pernah lagi kembali setelah memetik semua apel. Sang pohon pun bersedih. 
Suatu hari, si anak kembali lagi, dan betapa senangnya si pohon apel. ‘AYO, BERMAINLAH DENGAN SAYA, “ kata si pohon. 
“Saya tak punya waktu untuk bermain. Saya harus mencari nafkah untuk keluargaku, Kami perlu sebuah rumah untuk berteduh. Bisakah kamu menolongku?” 
‘’MAAF, TAPI AKU TIDAK PUNYA RUMAH, TAPI KAU BISA MEMANGKAS BATANG-BATANGKU UNTUK MEMBANGUN RUMAHMU.’ 
Maka si anak lelaki itu menebangi semua batang pohon apel itu dan meninggalkannya dengan rasa bahagia. Pohon itu bahagia melihatnya tampak bahagia, tapi si anak itu tak pernah kembali lagi. Pohon itu kembali kesepian , dam dan bersedih hati kembali. 
Pada suatu hari yang panas, si anak kembali dan pohon itu sungguh senang. ‘DATANGLAH DAN MARI BERMAIN DENGANKU!”kata si pohon. 
“Saya sedang duka dan mulai tua.Saya ingin pergi berlayar untuk bersantai. Bisakah kau memberiku sebuah kapal?” ‘’PAKAILAH DAHANKU UNTUK MEMBIKIN PERAHUMU,KAU DAPAT BERLAYAR JAUH DAN BERSENANG-SENANG’. 
Maka si anak lantas memotong dahan untuk membuat perahu. Lalu pergi berlayar dan tak pernah menampakkan diri untuk waktu yang lama. 
Akhirnya si anak kembali setelah pergi bertahun-tahun… ‘MAAF ANAKKU, TAPI KINI TAK ADA LAGI SESUATU PUN PADAKU YANG DAPAT KUBERIKAN UNTUKMU, TAK ADA LAGI BUAH-BUAH APEL UNTUKMU,” kata pohon apel dengan sedih. 
“ Saya toh tak lagi punya gigi untuk mengunyah” jawab si anak. “TAK ADA LAGI DAHAN YANG DAPAT KAUPANJATI”. “Saya terlalu tua untuk itu sekarang” kata si anak lagi. 
“SAYA SUNGGUH TAK MEMILIKI APAPUN LAGI UNTUKMU, YANG TERTINGGAL HANYALAH AKAR TUAKU YANG MULAI MATI”, kata si pohon dengan berlinang air mata. 
“Saya tak perlu banyak sekarang, hanya tempat untuk beristirahat.Saya telah lelah untuk semuanya akhir-akhir ini: kata si anak. 
“BAGUS !!!AKAR TUA PEPOHONAN ADALAH TEMPAT TERBAIK UNTUK BERSANDAR DAN BERISTIRAHAT . MARI DUDUKLAH BERSAMAKU DAN BERISTIRAHATLAH…” Anak itupun duduk dan pohon sangat gembira dan tersenyum sambil berurai air mata…. 

INI ADALAH KISAH SETIAP ORANG DI DUNIA INI…SI POHON ADALAH ORANG TUA KITA..SAAT KITA MASIH MUDA, KITA SENANG BERMAIN DENGAN IBU DAN BAPA…KETIKA KITA DEWASA, KITA TINGGALKAN MEREKA…DAN HANYA DATANG SAAT MEMERLUKAN BANTUAN… APAPUN, ORANGTUA AKAN SELALU DISANA DAN MEMBERIKAN SEGALANYA UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA..MUNGKIN KALIAN AKAN BERPIKIR BETAPA KEJAMNYA SI ANAK TERHADAP SI POHON, TAPI BEGITULAH CARA KITA SEMUA MEMPERLAKUKAN ORANGTUA KITA…SELAGI MASIH ADA NAFAS, MARILAH KITA MENYENANGKAN HATI MEREKA WALAU BUKAN DENGAN HARTA KITA…NAMUN DENGAN KASIH SAYANG KITA YANG BENAR2 TULUS…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Agustus 2012 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: